Coretan MasBud

Halaman

Sabtu, 04 Desember 2010

Nomor Film favoritku



1. Harry Potter (the chosen one)

Nomor 1 buat Harry potter. Merupakan film yang diangkat dari seri novel fantasi karya J. K. Rowling dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter, penyihir berdarah-campuran, ibunya Lily Evans adalah kelahiran muggle dan ayahnya James Potter adalah penyihir berdarah-murni, Latar belakang kisah ini kebanyakan berada di Sekolah Sihir Hogwarts dan berpusat pada pertarungan Harry Potter melawan penyihir jahat Lord Voldemort, yang menggunakan Ilmu Hitam untuk membunuh orang tua Harry.
Ide tentang Harry Potter pertama kali tercetus dalam pikiran J. K. Rowling ketika menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Pada waktu itu, dia baru saja bercerai dan mengambil inisiatif untuk menjadikan Harry Potter sebagai inspirasi hidupnya. Dia menghabiskan waktu di dalam perjalanannya itu dengan memikirkan plot yang lengkap tentang ceritanya itu.
Selama hampir satu dasawarsa, Harry Potter telah mengalami kesuksesan besar, tidak hanya karena resensi yang positif dan strategi pemasaran penerbit Rowling, tetapi juga karena pembicaraan dari mulut ke mulut di antara para penggemarnya,
2. Naga Bonar jadi dua (“Apa kata Dunia?”)
Berkisah tentang hubungan Nagabonar dan putranya, Bonaga dalam suasana kehidupan anak muda metropolis. Untuk memulai bisnis, Bonaga berniat menjual tanah milik ayahnya yang di sana terletak kuburan keluarga Nagabonar. Akhirnya timbul konflik perbedaan nilai di antara mereka.
Film ini banyak memberikan pesan mengenai arti serta makna bagaimana kita memberikan yang terbaik untuk bangsa. Naga Bonar Jadi 2 juga sarat memberikan kritikan mengenai kondisi bangsa yang carut marut ini lewat beberapa pesan dengan tampilan komedi. Film ini juga sangat kental dengan Patriotisme dan lagu-lagu perjuangan yang sudah digubah secara modern sehingga melahirkan Kharisma dari film itu sendiri.

3. Three Idiots (“All iz well”)
Film India yang sukses memecahkan rekor kesuksesan Film bollywood lainnya. Film ini mengambil tema mengenai dunia pendidikan. Kasus-kasus yang biasa terjadi di dunia pendidikan digambarkan di dalam film ini. Mulai dari pengajar yang terlalu otoriter sampai persaingan antar mahasiswa untuk mencapai nilai tertinggi.
Film berdurasi tiga jam ini berkisah soal tiga mahasiswa, Rancho, Rajo Rastogi dan Farhan Qureshi yang menjadi mahasiswa jurusan mesin di salah satu universitas ternama. Untuk bisa meraih prestasi, mereka harus bersaing mahasiswa nerd yang bernama Chatur Ramalingam. Selain itu rektor, Viru Sahastrabudhhe yang sangat otoriter dan luar biasa keras juga menjadi musuh mereka. 'Three Idiots' bisa membuka pikiran kita. Pesan moral dari film ini hadir melalui dialog-dialog cerdas dalam kemasan humor.
4. Die Hard 4 (Live Free or Die Hard)
bercerita tentang cybercrime kelas tinggi yang diawali dengan lumpuhnya seluruah prasarana computer Amerika Serikat pada saat liburan kemerdekaan AS. Mulai dari traffic light, stock exchange, telecommunication system, transportation, sampai data rahasia asset negara, pokoknya semua sistem komputerisasi secara nasional lumpuh total. Siapa otak pelakunya ? Tidak lain adalah seorang mantan petinggi di dewan keamanan bernama Gabriel.
Awalnya Gabriel ini adalah seorang programmer dan hacker yang baik. Ia menemukan security hole dalam sistem komputerisasi nasional AS, tetapi respon yang diperoleh bukannya penghargaan tetapi pemecatan dari departemennya. Sejak itu, ia berubah menjadi cracker yang berambisi untuk mendapatkan keuntungan finansial demgan mengancam akan meluluhlantahkan sistem komputerisasi di AS. Dengan bantuan hacker asal Hongkong, Mai Lihn, berhasil menguasai seluk-beluk jaringan komputer di AS.
Polisi menduga ancaman itu dilakukan seorang hacker muda, Matt Farrel. Namun belakangan diketahui teror berasal dari kelompok yang jauh lebih mahir. McClane dibantu Matt berupaya mengungkap dalang di balik teror yang dapat melumpuhkan seluruh infrastruktur di Amerika Serikat. Thomas dan McClane pun berpacu untuk saling menaklukkan. Baik di dunia nyata maupun maya.

Kamis, 28 Oktober 2010

inikah Semangat Sumpah Pemuda??


Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. (id.wikipedia.org)

Namun di tahun 2010 ini, beginikah cara memperingati Hari Sumpah Pemuda?

Di Kendari, Sulawesi Tenggara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, diwarnai bentrokan antara mahasiswa dan polisi, para mahasiswa membawa seekor kambing yang bertuliskan "sibeye" saat berunjuk rasa.

Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat Peringatan Hari Sumpah Pemuda diwarnai aksi tawuran antara aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Tidak jelas apa pemicunya, namun mereka saling melempar batu dan memukul.

Di Ambon, Maluku Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus, mendatangi pengadilan negeri setempat karena dianggap sebagai tempat tidak bersih. Gagal masuk ke halaman pengadilan, para mahasisiwa memblokir jalan dan membakar ban.

Di Medan, Sumatra Utara. Dengan membawa berbagai slogan yang mengkritik pemerintahan, para mahasiswa memprotes dengan melakukan teatrikal menggambarkan penderitaan rakyat akibat bencana.
(dari berbagai sumber)

Belum kering rasanya air mata Ibu pertiwi akibat tsunami di Mentawai dan Wedus Gembel dari Merapi kemarin, hari ini Ibu pertiwi kembali meneteskan air mata melihat anak-anaknya salah kaprah menyalah artikan semangat Sumpah Pemuda. Semangat yang harusnya untuk membangun dan menjunjung tinggi derajat dan martabat Indonesia tercinta, ironisnya semangat para pemuda yang terjadi hari ini adalah semangat menjunjung tinggi ego masing-masing.

Jangan bersedih Ibu pertiwi.., do’a kami untukmu Indonesia-ku.. terselip hikmah dan pelajaran besar dibalik semua ini.. Semoga Anak-anakmu para Pemuda harapan bangsa dapat kembali mengartikan semangat sesuai kehendakmu untuk menyatukan dan membangun Negeri tercinta..


Mbah Maridjan dan Kesetiaan Amanah Menjaga Merapi

Ketika Gunung Merapi dinyatakan dalam status awas oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta, Pemerintah menindak lanjutinya dengan memerintahkan warga di sekitar gunung itu untuk mengungsi.

Sebagian besar warga, terutama lansia, anak-anak, dan perempuan bersedia untuk mengungsi di barak pengungsian yang telah disediakan pemerintah, tetapi ada warga yang belum mau dan tetap bertahan di rumah masing-masing.

Di antara warga yang belum bersedia mengungsi itu adalah juru kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan. Pria berusia 83 tahun bersikukuh tetap tinggal di rumahnya yang hanya berjarak sekitar 6 KM dari puncak gunung, karena tanggung jawabnya sebagai juru kunci keraton Yogyakarta.

"Saya masih betah tinggal di tempat ini. Jika saya pergi mengungsi, lalu siapa yang mengurus tempat ini," Namun demikian, Mbah Maridjan meminta warga menuruti imbauan pemerintah untuk mengungsi dan memohon keselamatan pada Tuhan agar tidak terjadi yang sesuatu yang tidak diinginkan jika Merapi benar-benar meletus. Menurut dia, hanya Tuhan yang tahu kapan Merapi akan meletus. "Saya tidak punya kuasa apa-apa," katanya.

Sikap tidak mau mengungsi itu juga ditunjukkan Mbah Maridjan ketika Merapi mengalami erupsi pada 2006. Mbah Maridjan tetap tinggal di rumah untuk menepati janjinya terhadap mendiang Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mengangkatnya sebagai juru kunci Gunung Merapi pada 1982.

Ternyata Tuhan berkehendak, Merapi meletus pada Selasa (26/10) petang. mengakibatkan puluhan orang luka-luka dan puluhan orang tewas terkena awan panas saat gunung tersebut meletus, termasuk Mbah Maridjan yang ditemukan tewas dalam posisi sujud di rumahnya. Jenazah ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon.

Mbah Maridjan kini telah tiada. Dia telah menepati janjinya untuk tetap setia menjaga Gunung Merapi hingga akhir hayatnya. Kepala Desa Umbulharjo Bejo Mulyo mengatakan, Mbah Maridjan adalah orang yang memegang teguh prinsip dan bertanggung jawab. Meskipun Merapi telah berstatus awas, Mbah Maridjan tetap bertahan di rumahnya sebagai wujud tanggung jawab terhadap amanat yang diemban sebagai 'abdi dalem' Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (kapanlagi.com)

Selamat Jalan Mbah Maridjan.. Semoga amal ibadah dan pengabdian yang begitu besar dan luhur sebagai abdi dalem Keraton Ngayojokarto Hadiningrat, diterima oleh Allah Swt. Kami sangat merindukan sosok pemimpin sepertimu..

Jumat, 08 Oktober 2010

SBY: Tak Ada Rp1 pun Baju Saya Pakai Uang Negara



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah beredarnya informasi bahwa pakaian yang dia gunakan selama ini dibeli menggunakan uang negara.
“Tiba-tiba ada pemberitaan di media massa, biaya pakaian presiden Rp893 juta setahun. Rp1 pun tidak ada pakaian untuk saya yang menggunakan uang negara,” jelas SBY dalam rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

SBY juga membantah kabar yang beredar bahwa ada biaya furniture yang dikeluarkan sebesar Rp42 miliar. SBY menjelaskan biaya furniture hanya dikeluarkan untuk mengganti barang-barang yang rusak untuk kantor dan bukan untuk kediamannya. “Ada kabar biaya furniture Presiden Rp42 miliar.

Ada yang penggantian yang rusak, bukan untuk rumah saya, tapi untuk kantor yang jumlahnya juga tidak segitu,” jelasnya.
Sebelumnya, LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) yang mengolah data Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Sekretariat Negara Tahun 2010 menyebutkan, anggaran untuk Istana Presiden mencapai Rp203,8 miliar.

Fitra mengungkapkan anggaran pengadaan pakaian dinas Presiden ke luar negeri mencapai Rp893 juta per tahun. Presiden akan membeli furniture untuk rumah jabatan senilai Rp42 miliar dan Rp60 miliar untuk renovasi gedung Setneg.

Sumber: news.okezone.com