Sabtu, 14 Mei 2011
Lembaran Sholawat Mujahadah Wahidiyah
Selasa, 07 September 2010
Salam Lebaran.., Maaf lahir dan Bathin..

Kepada semua Teman, Sahabat, Tetangga dan Semua Masyarakat Indonesia..
Selamat Menjalani Hari Raya Iedul Fitri 1431 H / 2010 M
"Taqobalallahu Minna wa Minkum - Minal Aidin wal Faidzin."
Semoga Allah SWT menerima kami dan kalian, kembali fitri dan mendapat kemenangan.
Mohon maaf lahir dan bathin..
Minggu, 15 Agustus 2010
Tidurnya orang puasa = ibadah???
Ternyata (menurut Wikipedia ID), manusia menghabiskan sepertiga waktu hidup dengan tidur, atau kalau dihitung kasar, manusia tidur hingga 8 jam per hari. Kalau sudah begini, apa yang terjadi? Tentu saja tidak banyak amal kebaikan yang dapat dilakukan oleh orang yang mengisi waktunya hanya dengan tidur karena kehilangan banyak kesempatan beramal. Dengan demikian, banyak tidur justru akan mengurangi hikmah yang disyariatkan pada tuntutan berpuasa yaitu untuk berjihad melawan hawa nafsu. Dan ternyata hadits-hadits yang menyatakan bahwa tidurnya orang puasa merupakan ibadah (terdapat lebih dari 1 hadits/riwayat hadits ini) adalah hadits dhoif (lemah/tidak dapat dipercaya).
Hadits "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah" terdapat dalam kitab "Ihya Ulumuddin" oleh Imam Ghazali. Namun Al-Iroqi mengatakan bahwa beliau meriwayatkan dalam "Amalii Ibn Mundah" dari riwayat Ibnu Mughiroh Al-Qowas dari Abdullah bin Umar dengan sanad lemah / dhoif. Adapun hadits lainnya yang berbunyi,"Tidurnya orang yang berpuasa ibadah, diamnya tasbih, doanya diijabah dan amalnya diterima." maka menurut Syeikh Al-Bani didalam kitabnya "as Silsilah adh Dhaifah wa al Maudhu'ah" (10/230) adalah lemah.
Dengan demikian Tidurnya orang yang berpuasa bukanlah ibadah karena hadits itu tidak benar berasal dari Rasulullah saw.
Wallahu A'lam...
(Sumber : http://www.eramuslim.com/)
Selasa, 18 Agustus 2009
Ramadhan nan Penuh Cinta
Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan
"Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah, berkahilah bulan Rajab ini, dan berkahilah bulan Sya'ban ini, dan sampaikanlah kami, panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan.
Subhanallah, Rasulullah sendiri, manusia yang sangat mulia, sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya, sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi.Saudaraku, hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. Sehingga pada bulan Ramadhan, kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan, karena jika itu yang kita lakukan, maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan.
Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu, datangnya hanya sekali setahun, harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya.Dalam hadits juga diungkapkan, bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan, shoum sunnah, tilawah qur'an, qiyamul layl, wirid ma'tsurat harian, dan lainnya. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib, agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan, dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita.Juga yang harus kita ingat, agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan, entah karena sakit atau karena halangan lainnya.
Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan, dengan bersemangat, dengan jihad (bersungguh-sungguh), serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan, yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya.