Coretan MasBud

Halaman

Selasa, 26 Januari 2010

ELEGI SENJA


Di suatu senja seorang anak mndapat kiriman beras dri orangtuanya dikampung pelosok, di jemputnya di loket dg motor pinjaman,, karena mungkin kurang kuat ikatannya, tiba2 beras tsb jatuh dari boncengannya...

Di tengah jalan nan ramai oleh kendaraan yang melaju dg kencang. dia parkir motor dipinggir jalan dan akan mengambil beras tersebut,, tiba2 sebuah avanza mewah menyeret bungkusan tersebut di bawah mobilnya hingga beberapa meter!!!

Segera saja anak tsb mengejar dg mtor pinjamannya, ketika lewat dr bawah mobil, bungkusan beras tersebut sudah koyak dan amburadul,, tanpa peduli kendaraan yg lewat, dijemputnya bungkusan itu yang hanya tinggal setengah isinya..terduduk di tengah jalan, hampir mengalir air mata, digigit bibirnya...

Kira² 2 meter di depan,, pemilik avanza mewah memarkir kendarannya, tapi hanya memperhatikan sebentar dan segera berlalu,, tak peduli.. seorang laki2 lewat dg tulus dia membantu anak tsb mencarikan bungkusan baru dan mengikatkan di mtornya.

Konon bukan beras yg tercecer di tangisinnya, tapi dia ingat orangtuanya dikampung yang baru sanggup mengirim beras saja untuk kesejahterannya menuntut ilmu di kota bulan ini...

Barangkali Tuhan memberimu Rezeki dari pintu yang Lain Nak.. Sabarlah

(repost dari fr-stat)

Kamis, 20 Agustus 2009

Hari Melelahkan

Sudah menjadi tradisi di DaBink city setiap hari rabu pagi diramaikan oleh penjual dan pembeli di pasar Rabu.. Namun Rabu kali ini kurasakan berdeda..

Dini hari kuawali dengan kekesalan dan kekecewaan, Handphone yang gak begitu mahal dan berisi sedikit pulsa hilang di kamar.. yang sangat kukesalkan bukanlah HP atau pulsaku yang hilang, tapi semua nomor kontak kawan, kerabat, dan semua relasi yang selama ini terkumpul ikut hilang.. seakan aku dikembalikan ke zaman batu sendirian.. menjelang siang, belum juga hilang kesal ku.. keramaian pasar DaBink city dan game DOTA belum juga bisa menenangkan pikiranku..

Sambil melihat aktifitas di fesbuk,, kukeluarkan semua unek2 kekesalan yang ada.. ganti status, coret-coret wall temen-temen, komentar yang gak begitu perlu, sampai menyampah di wall orang.. dengan sedikit terkejut, "datang dengan cara tiba-tiba" seorang Sahabat yang tlah lama hilang kembali ketemu dan ngobrol di fesbuk .. yaahh.. suasana itu yang sedikit bisa meredakan kekesalanku.. sedikit bisa menghibur fikiranku yang sedikit kacau.. thanks sobat..

"masalah klasik" kembali terjadi siang itu, mati lampu.. Genset YAMAWA kembali dihidupkan.. hari sebelumnya telah terucap kesepakatan dan kerjasama dengan salah satu SMP setempat untuk praktikum anak SMP di hari rabu jam 2siang.. dengan sengaja dipersiapkan dari jam1 siang, mulai dari bersih-bersih, sampai pengosongan ruangan.. Namun kembali kecewa karena tidak sesuai dengan kesepakatan.. mulai dari keterlambatan, teknis praktikum, sampai urusan deal-dealnya.. tidak sesuai seperti yang kubayangkan..

Selasa, 18 Agustus 2009

Ramadhan nan Penuh Cinta

Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya, hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita, seraya berharap kelak kitamenjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. Detik-detik menjelang satu ramadhan, ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat, telepon, SMS, email, atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak, setidaknya dengan ramadhan, mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama, Allah memfasilitasinya saat makan sahur. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga?


Kata Rasul, saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi, maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. Cinta sosial, Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah, saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga, juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis, fakir miskin dan anak yatim-piatu. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan, wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. Infaq, sedekah, dan zakat yang kita keluarkan, adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. Adakah yang cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. “Allah dan rasul-Nya, cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. Dan tentu saja, perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. Ia menjadikan dirinya ayah, dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia, Idul Fitri.
Malam-malam ramadhan, adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an, tahajjud serta munajat kepada-Nya. Hati yang terpaut cinta, seperti enggan menuju pembaringan. Inginnya menghabiskan malam-malam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa, atas segala alpa, juga lalai. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa, tanpa pernah pula khilaf, salah dan lalai. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hamba-hamba-Nya, namun kita membayarnya dengan cinta yang semu, cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata. Astaghfirullaah …
Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini, tentulah, selayaknya orang saling mencinta, akan ada tangis jika kekasihnya pergi. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti, takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. Saat hari fitri tiba, pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan, dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. Namun tentu saja, sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaik-baiknya, dengan ibadah yang bernilai, hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka, hati pun berdo’a penuh harap, “berilah hamba kesempatan”. Wallaahu a’lam bishshowaab.

Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan

"Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah, berkahilah bulan Rajab ini, dan berkahilah bulan Sya'ban ini, dan sampaikanlah kami, panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan.


Subhanallah, Rasulullah sendiri, manusia yang sangat mulia, sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya, sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi.Saudaraku, hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. Sehingga pada bulan Ramadhan, kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan, karena jika itu yang kita lakukan, maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan.


Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu, datangnya hanya sekali setahun, harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya.Dalam hadits juga diungkapkan, bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan, shoum sunnah, tilawah qur'an, qiyamul layl, wirid ma'tsurat harian, dan lainnya. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib, agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan, dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita.Juga yang harus kita ingat, agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan, entah karena sakit atau karena halangan lainnya.


Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan, dengan bersemangat, dengan jihad (bersungguh-sungguh), serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan, yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya.